Khianat Bukan Sifat Kita

Sidang pembaca blog Msalleh.wordpress.com yang budiman.

Bicara amanah lawannya khianat di dalam bahasa arab, khiyanah yang artinya curang,culas,tidak jujur.Dalam ajaran Islam berarti sikap mental atau perilaku tidak jujur,baik diri sendiri apatah lagi pada orang lain,maupun terhadap Allah SWT dan Rasul-Nya. Menurut Raghib al-Isfahani, seorang ahli kosa kata Al-Quran beliau berpendapat kata khianat mempunyai pengertian yang hampir sama dengan kata nifak yaitu munafik.

Cuma letak perbedaannya, khianat memiliki konotasi curang terhadap janji dan amanat, sedangkan nifak berkonotasi curang terhadap ajaran agama secara umum. Dengan itu nifak mempunyai arti yang lebih luas dari khianat. Rasullullah SAW menempatkan khianat sebagai salah satu tanda kemunafikan. Dikatakan bahwa “Tanda orang munafik ada tiga: apabila berbicara,ia berdusta;apabila berjanji,ia mungkir; dan apabila dipercayai, ia berkhianat” (HR Bukhari dan Muslim).

Jadi Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu sekalian, khianat terhadap sendiri ialah sikap mental atau perilaku tidak jujur terhadap diri sendiri dengan melanggar aturan agama yang telah ditentukan Allah SWT dan Rasul-Nya. Contohnya, sebahagian sahabat mengharamkan dirinya untuk makan minum, dan mengaulkan istri pada malam hari di bulan Ramadhan setelah tertidur, meskipun hari masih malam.

Sehubungan dengan hal tersebut, Allah SWT menurunkan ayat al-Quran yang membolehkan orang makan, minum dan mengauli isterinya sepanjang malam bulan Ramadhan, meskipun ia telah bangun tidur malam itu. Karena itu, orang yang mengharamkan makan, minum dan mencampuri isteri pada malam hari bulan Ramadhan berarti telah mengkhianati dirinya sendiri. Hal ini diketemukan dalam Al-Quran surah al-Baqarah ayat 187:”…kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu…”

Begitulah Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu sekaliannya, bagaimana pula khianat terhadap orang lain adalah sikap mental atau perbuatan curang yang dilakukan seseorang atau kelompok contohnya dalam organisasi tertentu umpamanya yang mana akibat perbuatannya itu, seseorang dapat hilang kepercayaan yang diberikan kepadanya. Hal ini dijelaskan dalam Al-Quran: ”Dan jika kamu mengetahui pengkhianatan dari sesuatu golongan, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang berkhianat”(QS.8:58).

Menurut at-Tabarsi (w.502 H),ulama Syiah Imamiah, makna ayat ini ialah, umpamanya, jika sekelompok orang berjanji pada seseorang, lalu orang tersebut mengetahui kecurangan yang dilakukan oleh kelompok tersebut terhadap janjinya, maka kecurangannya harus disampaikan dan janjinya harus diputuskan. Kalau dalam perjanjian itu menyangkut harta benda, maka harta tersebut harus dikembalikan kepada pemiliknya semula.

Ada pun pengertian khianat terhadap Allah SWT dan Rasul-Nya menurut Ibnu Abbas (sahabat dan saudara sepupu Nabi SAW) ialah meninggalkan apa yang disyariatkan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya. Namun menurut Hasan Bin Ali bin Abi Talib yang dimaksudkan berkhianat terhadap Allah SWT dan Rasul-Nya tidak hanya meninggalkan aturan agama tetapi juga menyempitkan aturan agama misalnya visi agenda dakwah, tarbiyah serta khidmat bakti sosial dikaitkan untung rugi.

Bapak-bapak dan Ibu-Ibu sekalian, dalam ajaran Islam, khianat hukumnya haram. Hal ini didasarkan beberapa ayat Al_quran yang secara jelas tegas melarang tindakan tersebut. Dalam surah al-Anfal ayat 27 disebutkan :”Hai orang-orang yang berberiman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul-Nya(Muhammad) dan juga janganlah kamu mengkhianati amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” Allah SWT juga mencela orang-orang yang berkhianat, seperti terdapat dalam firman-Nya:”…Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berkhianat (QS:8:58).

Larangan berkhianat dipertegaskan pula dalam hadis Nabi SAW antara lain disebutkan: ”Janganlah kamu mengkhianati orang yang mengkhianatimu  (HR.Ahmad,at-Tabarani,Ibnu Hibban, dan al-Bazzar) dan “Tidak sempurna iman orang yang tidak memiliki sikap atau perilaku amanat” (HR.Ahmad bin Hanbal dan Ibnu Hibban). Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu sekalian, khianat tidak muncul secara tiba-tiba tetapi didorong beberapa faktor yang mendasarinya antara lain sebagai berikut.

(1)Hasad atau terlalu berambisi (dengki). Kedengkian seseorang terhadap orang lain dapat membuatnya berkhianat,sebagai upaya untuk melampiaskan kedengkiannya dengan kedudukan posisi jabatan yang disandangkan tersebut atau suatu konspirasi jahat sebagaimana hal ini terlihat pada riwayat Nabi Yusof dan saudara-saudaranya.Karena dengki, saudara-saudara Yusof tega mengkhianati ayah mereka yang telah mempercayai mereka untuk membawa Yusof mengembalakan kambing,namun mereka membuangnya ke dalam sumur(QS.12:7-18).

(2) Cinta terhadap dunia.Orang yang terlalu berambisi terhadap pangkat atau kemashuran atau harta benda duniawi akan memudahkan ia berkhianat kepada sesamanya apatah lagi ia mendapat dukungan para angguk-angguk dan yang dizalimi tadi tidak mendapat sebarang pembelaan sewajarnya.Namun hal ini telah pun diperingkatkan Nabi SAW dalam sabdanya : “Cinta kepada dunia merupakan pangkal segala kesalahan”(HR Ibnu Abi ad-Dunia dan al-Baihaki).

(3) Ambisi terhadap kedudukan atau pangkat umpamanya orang sedemikian akan teramat mudah mengkhianati sesamanya bila dalam hatinya tersimpan ambisi terhadap kedudukan dan pangkat. Dalam hal ini, al-Ghazali meriwayatkan sebuah hadis Nabi SAW: ”Cinta kepada harta benda dan kedudukan (Kebesaran) menimbulkan sifat curang di dalam hati sebagaimana air menumbuhkan sayur-sayuran.”

(4). Dendam. Orang yang sedang diamuk rasa dendam akan mudah mengkhianati orang yang menjadi sasaran rasa dendamnya. Dalam hadis Nabi SAW yang diriwayatkan oleh al-Ghazali disebutkan: ”Jauhilah rasa permusuhan karena hal itu dapat menghapuskan agama”. Yang dimaksudkan dengan menghapuskan agama di sini ialah menghilangnya pengaruh ajaran agama yang telah tertanam dalam hati seseorang.

(5).Egois.Orang yang bersifat egois akan mudah melakukan khianat terhadap orang lain karena baginya kepentingan bersama.Al-Quran mencontohkan tipe orang yang egois pada Iblis. Dikatakan bahwa semula iblis adalah mahluk Tuhan yang patuh pada-Nya,tetapi kemudian iblis berkhianat kepada perintah Allah SWT (QS.2:34).

Bapak-bapak dan Ibu-Ibu semuanya,jelaslah khianat tidak hanya dikutuk sebagai dosa dalam hukum agama,tetapi juga mengandung bahaya bagi masyarakat dan peribadi sipengkhianat. Bahaya khianat bagi orang lain atau masyarakat di antaranya sebagai berikut.

(1) Khianat akan menghancurkan sendi-sendi masyarakat,karena sikap mental atau perilaku tersebut dapat menimbulkan rasa saling tidak percaya,tidak saja antara sipengkhianat dan orang yang dikhianatinya tetapi juga meluas dalam masyarakat baik siapa sahaja yang terlibat dalam urusan tersebut.

(2) Khianat akan menimbulkan permusuhan antara pengkhianat dan orang yang dikhianatinya yang akibatnya bisa meluas menjadi permusuhan keluarga dan menghancurkan keamanan dalam bermasyarakat dan beragama serta bernegara.

(3) Khianat akan menimbulkan sikap curiga antara pengkhianat dan yang dikhianat yang akibatnya hubungan antara individu menjadi retak terus membisu dan terjadinya kekacauan dalam bermasyarakat dan beragama serta bernegara.

Sedarlah Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu semuanya, akan bahaya khianat ini dapat dilihat pada kasus Abdullah bin Ubayy,salah seorang pemuka suku Bani Jumah yang berpura-pura masuk Islam.Menjelang terjadinya perang Uhud,Abullah bin Ubayy melakukan pengkhianatan kepada pasukan Islam.Ia keluar dari barisan pasukan Islam sambil menghasut para tentara untuk keluar dan mengikutinya kembali ke Madinah.Akhirnya propaganda Abullah bin Ubayy berhasil mempengaruhi 300 orang tentera dari 1000 pasukan Islam.Tindakannya ini membuat pasukan Islam menjadi lemah.

Bagaimana pula jika ini terjadi dalam gerakan Ngo Islam dalam menegakkan kebenaran dan keadilan serta bakti sosial serta bagaimana kesannya terhadap dalam bermasyarakat dan beragama serta bernegara kelak? Akhirnya gerakan Islam semakin lemah di arus perdana. Maka di situ letakknya bahaya khianat bagi peribadi pengkhianat antara lain sebagai berikut.

(1) Hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap diri pengkhianat,sehingga ia terisolir dari masyarakat.

(2) Penderitaan batin pada diri pengkhianat akibat dosa yang dilakukannya. (3) Hancurnya kehidupan perekonomian,sosial budaya dan sebagainya si pengkhianat karena tidak ada lagi orang yang mau berhubungan dengannya kecuali kelompok angguk-angguknya.Akibatnya kehidupan orang tersebut menjadi sempit.Sebagaimana ianya terjadi pada pengkhianat Islam terhadap beban dakwah,tarbiyah serta bakti sosial yang Allah laknatkan sebagaimana dialami oleh Abdullah Bin Ubayy akibat dari perbuatannya,ia terisolir dari masyarakat,sementara kehidupan peribadinya dirasakan penuh bahaya.

Suatu kali Umar bin Khatab datang kepada Nabi SAW meminta izin untuk membunuh Abdullah bin Ubayy, tetapi Nabi SAW tidak mengizinkannya. Keadaan ini sangat memukul batin Abdullah bin Ubayy. Bagaimana jika bapak-bapak dan Ibu-ibu perkara ini terjadi pada diri anda semua jika anda dikhianati dan tanpa sebarang pembelaan sedangkan anda ikhlas karena Allah dan Rasul-Nya dalam menegakkan kebenaran dan keadilan bagi semuanya yang terkait dalam membenahi beban dakwah,tarbiyah dan khidmat sosial telah dikhianat oleh pengkhianat dan para sekutunya.

Semoga ianya menjadi seri tauladan bagi Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu dalam memahami fungsi amanah yang bertukar menjadi khianat yang perlu dijauhkan dari kehidupan kita dalam bermasyarakat dan beragama serta bernegara, amin rabal-alamin. Mohon maaf sebesar-besarnya dan ingatlah yang baik datangnya dari hidayah Allah dan Rasul-Nya dan yang buruk itu datangnya dari kelemahan diri saya yang kerdil dan hina di sisi mereka yang berniat khianat terhadap beban tugas dakwah,tarbiyah serta khidmat bakti sosial tanpa dibatasi masa,tenaga,materi,buah fikirannya dan juga ia berasal dari kelemahan saya sendiri.Wsl.

Disediakan oleh:
Sdr Drs Mohd Salleh Albakri,M.A bin Haji Mohd Tahir
Setiausaha Abim Kuantan
Mantan Ketua Komisaris Mahasiswa Pemikiran Moderan Dalam Islam, Program Pascasarjana IAIN SULTHAN SYARIF QASIM, INDONESIA.(2000-2002).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: